Senin, 28 September 2020

SEJARAH ATLETIK

Sejarah  Atletik – kali ini kita akan mengulas seputar tentang atletik. Atletik merupakan sebuah cabang olahraga yang cukup popular di dunia. Jenis olahraga ini terdiri dari berbagai sub cabang olahraga yang dikelompokkan dalam beberapa sub olahraga yaitu lari, lompat, dan lempar.



Atletik merupakan gabungan dari beberapa jenis cabang olahraga yang secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata atletik berasal dari bahasa yunani “Athlon” yang berarti “kontes”.

Atletik merupakan sebuah cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada tahun 776 SM. Induk organisasi dari olahraga etletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

Pada mulanya olahraga atletik diadakan bertujuan untuk menunjukkan siapa yang tercepat, terkuat, dan tertinggi (Altius, Portius dan Stius) dari yang lainnya. Atletik merupakan olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama yakni pada tahun 776 SM. Atletik disebut juga sebagai induk dari olahraga lainnya (Mother Of Sport) karna semua unsur gerakan atletik merupakan dasar gerak bagi olahraga lainnya.

Bangsa yunani merupakan bangsa pertama yang menyelenggarakan perlombaan olahraga atletik. Atletik sendiri berasal dai bahasa yunani yaitu “Athlos“ yang berarti lomba.pada masa itu cabang olahraga atletik dikenal dengan pentathlon (panca lomba) dan decathlon (dasa lomba).

Pada sebuah buku Odysus yang merupakan karya dari Hemerun menjelaskan jika petualangan Odysus saat berkunjung ke sebuah kepulauan di sebelah yunani dan disambut oleh kepala suku dengan mengadakan sebuah upacara penyambutan.

Di dalam acara tersebut ada beberapa lomba yang diperlombakan seperti lompat, lempar cakram, lari, gulat dan tinju. Sedangkan pada tahun 776 SM bangsa yunani mengadakan olympiade. Di dalam lomba tersebut pemenang adalah yang menjadi juara petahlon.

Olympiade yang modern dilaksanakan berdasarkan usulan dari seorang yang berasal dari Perancis yang bernama Baron Peire Louhherbin pada tahun 1896 di Athena, yunani. Dalam ajang ini cabang olahraga atletik merupakan tambang medali yang menjadi sebuah perebutan.

Organisasi olahraga atletik Internasional terbentuk pada 17 Juli 1912 di Stockhom, Swedia. Pembentukan tersebut bersamaan dengan Olympiad ke 5, organisasi tersebut bernama “Internasional Amateur Athletic Federation” atau yang biasa kita kenal dengan IAAF.

Sejarah atletik di Indonesia mulia terbentuk pada 3 September 1950, pada tahun ini Indonesia mendirikan PASI atau yang kepanjangan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.

Event Lintasan adalah event lari di lintasan 400m.

·        Sprint: event yang termasuk 400m. Event yang umum adalah 60m (hanya di dalam ruangan), 100m, 200m dan 400m.

·        Jarak Menengah: event dari 800m sampai 3000m, 800m, 1500m, satu mil dan 3000m.

·        Halang rintang – lomba (biasanya 300m) di mana pelarinya harus melewati rintangan seperti penghalang dan rintangan air.

·        Jarak Jauh: berlari di atas 5000 m. Biasanya 5000 m dan 10000 m. yang kurang lazim ialah 1, 6, 12, 24 jam perlombaan.

·        Lari gawang: 110 m halang rintang tinggi (100 m untuk wanita) dan 400 m haling rintang menengah (300 m di beberapa SMA).

·        Estafet: 4 x 100m estafet, 4 x 400 m estafet, 4 x 200 m estafet, 4 x 800 m estafet, dll. Beberapa event, seperti estafet medley, jarang dilangsungkan kecuali estafet karnaval besar.

Lari jalanan: dilangsungkan di jalanan terbuka, tetapi biasanya diakhiri di lintasan. Event biasa adalah 5 km, 10 km, half marathon dan full marathon.

Jalan cepat event biasa adalah 10 km, 20 km dan 50 km.

Event lapangan

Event melempar

·        tolak peluru

·        lempar lembing

·        lempar cakram

·        lontar martil

Event lompat

·        lompat tinggi

·        lompat galah

·        lompat jauh

·        lompat Jangkit

Event yang jarang dilakukan

·        lompat tinggi berdiri

·        lompat jauh berdiri

·        lompat ganda berdiri

Event ganda atau kombinasi

·        Trilomba / Triathlon

·        Pancalomba / Pentathlon

·        Saptalomba / Heptathlon

·        Dasalomba / Decathlon

Kamis, 03 September 2020

Tenis Meja

Sejarah Tenis Meja Dunia 



Tenis meja mulai populer sejak abad ke 19 di Inggris dengan nama pingpong, gossima dan whiff whoff. Kemudian berselang tidak lama tenis meja berganti nama menjadi table tennis atau tenis meja. 

Permainan table tenis atau tenis meja mulai dikenal pada tahun 1901 karena dikala itu berkat di adakannya turnamen, buku yang menceritakan tentang tenis meja, dan kejuaraan tidak resmi padaa tahun 1902. 

 Awalnya permainan ini dilarang di Rusia pada tahun 1900. Permainan ini di larang karena penguasa pada masa itu percaya bahwa memainkan tenis meja mempunyai dampak negatif pada penglihatan pemain. 

 Pada tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja dibuat di Inggris. Kemudian pada tahun 1926, Asosiasi Tenis Meja (TTA) diikuti oleh Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF). Dan diwaktu itu pertama kali kota yang menjadi tuan rumah dalam kejuaraan dunia pada tahun 1926 adalah kota London. Selain itu, Asosiai Tenis Meja Amerika dibentuk pada tahun 1933. 

Kemudian pada tahun 1950-an, raket yang menggunakan lembaran karet digabung dengan lapisan spons mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan perputaran bola. Kemudian tarkhir pada tahun 1988, tenis meja mulai diperkenalkan dalam sebuah cabang Olimpiade hingga saat ini tenis sering di perlombakan dalam ajang Olimpiade.

Sejarah Tenis Meja Di Indonesia 

Olahraga tenis meja di Indonesia baru dapat dikenal pada tahun 1930. Pada waktu itu, permainan tenis meja hanya dapat dimainkan di waktu-waktu pertemuan orang Belanda yang dianggap sebagai sarana hiburan rekreasi. Orang-orang Indonesia diwaktu itu yang boleh ikut main hanya golongan tertentu saja, seperti salah satu dari anggota keluarga pamong dari balai pertemuan tersebut. 

Pada tahun 1939, sebelum terjadi peperangan dunia ke-II, tokoh-tokoh tenis meja mendirikan Persatuan yang bernama Ping Pong Seluruh Indonesia (PPPSI). Kemudian di kongres yang di selenggrakan di Surakarta pada tahun 1958, PPPSI mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). 

PTMSI pada tahun 1960 bergabung menjadi anggota federasi tenis meja Asia, TTFA (Table Tenis Federation of Asia). Selanjutnya tenis meja Indonesia mengalami perkembangan pesat sejak berdirinya PTMSI. Hal tersebut dapat kita lihat dari munculnya kumpulan-kumpulan tenis meja, pada sebuah pertandingan tenis meja yang diperlombakan din ajang Olimpiade nasional maupun Internasional seperti PON, POMDA, dan Porda. 

Setelah terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961, Indonesia selalu diundang pada kejuaraan-kejuaraan resmi tingkat dunia. Selain itu, yang perlu kita diketahui dalam perkembangan tenis meja nasional adalah berdirinya Silatama atau yang kita kenal dengan (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang pertama kali digelar pada tahun 1983, hal ini kemudian digelar dalam setiap tiga bulan sekali, serta Silataruna setiap 6 bulan sekali sejak tahun 1986. 

Peraturan Permainan

Dibawah ini adalah beberapa peraturan tenis meja yang wajib digunkan untuk memenuhi syarat sesuai standar internasionalnya diantaranya: 

1.      Lapangan Tenis Meja 

Ukuran lapangan tenis meja memiliki panjang 2,74 m, lebar 1,525 m dan juga tinggi 76 cm. 

2.      Net 

Pada permainan tenis meja net memiliki panjang 304,5 cm dan lebar 15,25 cm. 

3.      Bola 

Bola yang digunakan dalam permainan tenis meja terbuat dari bahan celluloid yang mempunyai diameter 40 mm dan berat standar 2,7 g. 

4.    Bet 

Dalam permainan tenis meja, daun bet harus datar dan kaku. Daun bet terbuat dari bahan kayu 85%, sisi pada daun bet yang digunakan untuk memukul bola harus dilapisi dengan karet licin atau bintik, dan juga karet penutup bet dibuat tanpa melalui proses kimia. 



Aturan Melakukan Servis

1.  Servis dilakukan dengan aturan bahwa posisi bola harus ditengah telapak tangan dalam kondisi diam yang selanjutnya dilambungkan secara vertikal

2.    Tidak diperbolehkan membuat bola berputar ketika dilambungkan

3.    Servis dilakukan apabila bola dilihat oleh lawan. 

Jumlah Poin 

Satu set dalam pertandingan akan selesai jika salah satu pemain sudah mencapai 11 poin, baik secara pemain tunggal atau ganda. 

    Cara Bermain Tenis Meja 


    Berikut adalah cara bermain tenis muja dalam pertandingan, yang terdiri dari permainan tunggal dan permainan ganda. 

    Permainan Tunggal

1.    Setiap bola mati akan menghasilkan satu poin.

2.     Servis akan pindah setiap mencapai poin kelipatan 2

3.    Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapanga/meja tenis

4.  Permainan dalam satu set dapat selesai, apabila salah satu dari pemain dapat mencapai 11 poin, dan kemenangan akan dapat diraih, apabila dapat mencapai 3 s/d 4 kali kemenangan set. 

5.    Jika terjadi duece, permainan akan selesai jika selisih poin yaitu 2, seperti: 15-13, 18-16. 

    Permainan Ganda 

1.      Setiap bola mati, akan menghasilkan satu poin. 

2.      Servis dilakukan secara bergantian di setiap poin kelipatan dua

3.      Pemain bergantian dalam menerima bola dari lawan. 

4.    Pemegang servis hanya dapat menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan. 

5.   Permainan dalam satu set dapat selesai, apabila salah satu dari pemain dapat mencapai 11 poin, dan kemenangan akan dapat diraih, apabila sudah mencapai 3 s/d 4 kali kemenganan set. 

6.     Jika terjadi duece, permainan akan selesai jika selisih poin yaitu dua, seperti 13-11, 15-17. 


Demikianlah penjelasan kali ini mengenai permainan pengertian tenis meja, sejarah tenis meja, teknik dasar permainan tenis meja, ukuran lapangan tenis meja. emoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih. 

Permainan Kasti

Permainan bola kasti atau yang sering disebut sebagai gebokan adalah permainan yang dimainkan oleh dua tim yang dibagi menjadi tim jaga dan tim serang, tim jaga bertugas untuk melempar dan menangkap bola, sedangkan untuk tim serang bertugas untuk memukul bola dan berlari mengelilingi marka (base) untuk mendapatkan poin.

Permainan ini sekilas memang mirip dengan permainan baseball dan Softball namun teknik dan cara bermainnya sangatlah berbeda, untuk lebih jelasnya mengenai permainan kasti mari baca artikel ini hingga selesai.

 Pengertian Permainan Bola Kasti

Permainan kasti adalah salah satu permainan olahraga yang cukup populer dan cukup dikenal dikalangan masyarakat Indonesia, pada beberapa kegiatan nasional permainan ini pernah di pertandingkan.

Permainan kasti adalah salah satu bentuk permainan tradisional yang mengajarkan kita berbagai unsur kebaikan seperti kekompakkan, ketangkasan, dan kegembiraan .

Permainan bola kasti biasanya dimainkan di lapangan terbuka, biasanya anak-anak SD selepas sekolah memainkan permainan ini sehingga dapat memupuk rasa kebersamaan antar sesama teman.

Sejarah Permainan Bola Kasti

Permainan kasti sudah ada di Inggris sejak tahun 1744 tepatnya di little Pocket-Book yang pada itu oleh John Newbery disebut sebagai “lingkungan”, selanjutnya pada tahun 1828 aturan kasti pertama dibuat di Inggris yaitu oleh Willam Clarake pada penerbitan buku kedua The Boy.

Pada tahun berikutnya buku ini di terbitkan di Baston, Massachusetts yang membuat aturan nasional oleh Altletic Association Gaelic (GAA) di Irlandia pada tahun 1884 , sedangkan di Inggris diatur oleh Inggris Rounders yang dibentuk pada tahun 1943.


 

Meski ada yang merumuskan permainan kasti lebih tua dari permainan baseball yang diambil dari referensi sastra untuk bentuk awal ‘bola’ di Pra Inggris Raya, namun permainan ini bisa dibilang cukup terkenal karena dimainkan hingga tingkat Internasional.

Seiring berkembangnya zaman, permainan ini banyak dimainkan oleh masyarakat dan menjadi salah satu olahraga wajib untuk anak-anak sekolah dasar.

 Untuk lebih jelas tentang peraturan permainan bola kasti berikut penjelasannya :

  • Lapangan – secara garis besar permainan kasti memiliki ukuran lapangan dengan panjang 60-70 meter dan lebar 30 meter, 
  • Wasit – Seperti pada jenis permainan olahraga lainnya permainan kasti juga memiliki wasit sebagai pemimpin jalannya pertandingan, wasit pada permainan kasti dibantu oleh 3 orang penjaga garis beserta seorang pencatat waktu.
  • Jumlah pemain – setiap tim permainan kasti memiliki anggota yang berjumlah 12 orang dan salah satunya harus dipilih sebagai kapten tim. 
  • Waktu Permainan – Permainan kasti terdiri dari dua babak, masing-masing babak memiliki durasi waktu 20-30 menit dan terdapat waktu istirahat selama 15 menit.
  • Tim penjaga – tugas utama dari tim penjaga adalah mematikan lawan atau tim penyerang dengan melempar bola ke tubuh lawan atau bisa juga dengan cara menangkap bola secara langsung ketika bola pertama kali dipukul oleh tim lawan. Tugas lainnya yaitu dengan menempati ruang bebas apabila dalam kondisi kosong atau yang sering disebut sebagai ‘membakar’ ruang bebas.
  • Tim pemukul – setiap orang memiliki hak untuk memukul bola satu kali kecuali pemain terakhir memiliki kesempatan sebanyak tiga kali. Setiap selesai memukul, alat pemukul harus diletakkan di ruang pemukul, jika letaknya di luar maka pemain tidak akan mendapatkan nilai kecuali alat tersebut segera dimasukkan kembali kedalam ruang pemukul
  • Pelambung – pelambung harus melambungkan bola sesuai dengan permintaan pemukul, jika tidak sesuai, pemukul bola boleh tidak memukulnya, jika terjadi berturut-turut maka pemukul diberikan ijin untuk berjalan bebas menuju marka pertama.
  • Aturan memperoleh nilai – tim penyerang akan mendapatkan nilai satu ketika pemukul dapat menuju marka hingga kembali lagi ke ruang bebas, sedangkan ketika mampu menuju marka dan kembali lagi ke ruang bebas dengan pukulannya sendiri maka akan mendapatkan nilai 2. Tim penjaga akan mendapatkan nilai 1 ketika mampu menangkap bola secara langsung, dan pemenang adalah tim yang mampu mendapatkan poin terbanyak.
  • Pergantian tempat – pergantian tempat akan dilakukan ketika penjaga mampu melemparkan bola ke tubuh lawan dan ketika tim penjaga mampu menangkap bola secara langsung sebanyak 3 kali secara berturut-turut, selain itu ketika alat pemukul lepas dari tangan ketika memukul bola maka menyebabkan pergantian tempat.

Setelah kita mengetahui sejarah, teknik dasar dan peraturan permainan kasti penting juga kita membahas ukuran bola kasti beserta gambarnya. Bola kasti terbuat dari bahan karet yang berbentuk bulat dan pada bagian sisi luarnya di lapisi dengan kain berwarna hijau.

Adapun ukuran bola kasti yaitu memiliki keliling lingkaran sekitar 28-30,5 cm dan memiliki permukaan yang halus, sehingga bola dapat menggelinding dengan mudah.

Sekian pembahasan kita tentang permainan bola kasti, diatas sudah dibahas secara lengkap tentang sejarah permainan kasti hingga peraturan permainan kasti, semoga informasi ini bisa membantu anda dalam memahami permainan kasti. Terimkasih.